Senin, 23 Mei 2011

HETEROTROFIK


putri indah
1pa04



Nutrisi heterotrof
Nutrisi yang mencangkup ketergantungan pada molekul – molekul organic yang tersedia sebelumnya.

HETEROTROFIK
bersifat mendapatkan makanan dari lingkungan sekitarnya
Heterotrof
Organism yang menggunakan nutrisi heterotrofik.

PENCERNAAN
Proses pemecahan bahan makanan yang padat menjadi larutan yang berisikan molekul-molekul organic yang relative kecil dan dapat larut sebelum dapat digunakan oleh organism heterotrofik.

Pencernaan
a. Intraseluler
Pencernaan terjadi setelah bahan padat ditelan /sel
b. Ekstraseluler
Proses sekresi enzim-enzim digestif dar sel dan proses mencerna makanan di luar sel

Hasil molekul-molekul kecil (yang dapat larut) yang dihasilkan (mis ; gula, asam amino) masuk kedalam sel melewati membrane sel dengan difusi / transfor aktif.
Ingesti
menelan makanan / air kedalam tubuh
Terjadi dalam suatu rongga tubuh
Melibatkan enzim pencernaan

Sistem Pencernaan Makanan Pada Manusia
INGESTI
Mekanis mendahului pemecahan kimiawi
Makanan dicerna menjadi potongan-potongan kecil (gigi)
memudahkan menelan dan meningkatkan kerja enzim pencernaan.
Saliva (air liur)
Mengandung musin (molekul-molekul karbohidrat-protein).
Musin memungkinkan salva mengikat partikel-partikel kecil makanan bersama, menjadi sebuah masa lunak yang dengan mudah kemudian dapat ditelan.
Mengandung amylase/ptyalin (enzim pencerna pati) yang mengkatalisis pasti menjadi gula maltose.
Saliva dikeluarkan dari 3 pasang kelenjar
Jalan makanan
1.Esophagus
adalah sebuah tabung lurus, berotot, berdinding tebal, dari faring menuju lambung, memanjang dari leher - rongga dada.
Peristalsis adalah ritme gelombang relaksi (pengendoran) dan kontraksi, sehingga makanan bias didorong kebawah.
2. Lambung
Kantong besar yang terletak dibagian rongga atas perut
Di dindingnya terdapat kelenjar lambung yang menghasilkan 400-800 ml getah lambung setiap makan.
3 macam sel di lambung
* Sel Parietal
Sekresi HCl dalam getah lambung :
Mematikan bakteri, Mengubah sifat protein, Merombak jaringan ikat
Mengatifkan pepsin, satu-satunya enzim pencerna yang disekresikan untuk lambung
* Sel-sel Pokok
Ssintesis pepsinogen sebagai prekursor enzim proteolitik, pepsin
* Sel-sel penghasil mucin
Hormon gastrin
Dihasilkan untuk sel-sel tertentu di dalam lambung.
Sel-sel ini khusus dirangsang karena adanya peptide & obat-obatan seperti kafein dan etanol)
Merupakan sebuah polipeptida yang terdapat 17 asam amino
Jika sel darah yang mengandung gastrin ini kembali ke lambung, akan merangsang sel-sel parietal untuk mengeluarkan asam lambung HCl.
3. Pankreas
Adalah kelenjar lonjong berwarna keputihan terletak dalam simpul yang terbentuk dari duodenum dan permukaan bawah lambung
Menghasilkan getah pancreas
Getah – getah pancreas :
a. Natrium bikarbonat (NaHCO3)
menetralkan keasaman isi usus, dengan cepat menaikkan pH menjadi 8
b. Amilase
Hidrolisis pati menjadi maltose dan glukosa
c. Lipase
Hidrolisis lemak menjadi asam lemak dan monogliserida
Aksi lipase sangta dipertinggii dengan adanya empedu
Empedu mengandung garam empedu,
d. Dua protease ; tripsin dan kimotripsin
Kimotripsin = mematahkan ikatan peptide
Tripsin = mematahkan ikatan peptide pada sisi C termianal dari arginin dan
lisin
Enzim tripsin dan kemotripsin dikeluarkan dalam bentuk tidak aktif, dan
berubah menjadi aktif ketika berada dalam duodenum.
e. Karboksipeptika zidase
Memindahkan satu persatu, asam amino yang terletak pada ujung terminal molekul-molekul peptide. Jadi ia membantu hidrolisis peptide menjadi asam amino.
f. Nuklease
Enzim-enzim ini menghidrolisis asam nukleat (RNA & DNA) menjadi komponen nukleotida
Bila isi lambung yang menjadi asam masuk ke duodenum, sel-sel tersebut dalam dinding duodenum membebaskan hormone-hormon sekretein dan kolekstokinim (KSK)
Bila harmonis ini sampai pada pancreas, maka akan merangsang produksi dan pelepasan getah pancreas
4. Usus Kecil
Ketika campuran makanan, empedu, dan enzim pancreas melalui usus halus, maka dihasilkan : disakarida, peptide, asam lemak dan monogliserida
Vilus (jonjot)
Membatasi permukaan dalam dari usus halus
Fungsi adalah pencernaan terakhir dan absorpsi bahan-bahan makanan
5. Hati
Hati bukan organ yang tepat dari pencernaan, tapi sekresinya, empedu penting untuk pencernaan lemak.
Empedu, kecuali garam empedu, mengandung bahan lainnya, antara lain pigmen empedu
Pigmen empedu merupakan hasil pemecahan pigmen sel darah merah, hemoglobin, yang dipindahkan oleh ahati dari sel-sel darah merah yang tua
Warna kecoklatan pigmen empedu ini member warna coklat yang khas dari feses
6. Usus besar
Fungsi utama : reabsopsi air
Usus besar menerima sisi cairan dari bahan yang tersisa setelah pencernaan dan absorpsi dalam usus halus selesa



SISTEM PEREDARAN DARAH

Sistem peredaran darah manusia tersusun atas: Jantung , darah, dan pembuluh darah
Darah
FUNGSI DARAH :
Mengangkut O2 dan CO2 dari alat pernapasan ke jaringan-jaringan di seluruh tubuh
Mengangkut sari-sari makanan ke seluruh tubuh
Mengangkut sisa-sisa metabolism ke alat ekskresi
Mengedarkan hormone dari kelenjar hormone ke tempat yang membutuhkan
*KOMPONEN DARAH
1) Plasma Darah (55% dari darah)
1. Mengatur tekanan osmosis darah, sehingga dengan sendirinya jumlah darah dalam tubuh akan diatur
2. Membawa sari-sari makanan, sisa metabolisme, hasil sekresi, dan beberapa gas
Kandungan & Fungsinya :
Kandungan Fungsi
Air Pelarut bagi zat-zat lain
Garam (Natrium, Kalium, Kalsium, Magnesium, Klorida, Bikarbonat) Penyeimbang tekanan osmosis,
Mempertahankan pH (buffer),
Meregulasi permeabilitas membrane
Protein Plasma Penyeimbang osmosis,
Pembekuan darah,
Antibodi
*Sel-Sel Darah
(45% dari darah)
a. Sel Darah Merah (eritrosit)
• Berwarna merah kekuningan, warna merah disebabkan oleh hemoglobin
Hemoglobin : untuk mengikat O2
• Fungsi : Mengangkut O2 dan membantu mengangkut CO2
• Tempat pembentukan : epidotelium sumsum tulang
• Dalam keadaan normal, eritrosit beredar rata-rata selama 120 hari. Saat sel menua, membrane sel rapuh dan pecah. Kemudian, sel darah merah dihancurkan di limpa.
b. Sel Darah Putih (leukosit)

• Fungsi : Membantu pertahanan tubuh terhadap infeksi yang masuk, karena selain mampu bergerak ameboid (tidak punya bentuk tetap), leukosit juga bersifat fagisitosis (memangsa)
• Sel-sel darah putih yang berfungsi melawan penyakit disebut antibodi
*Komponen Terdiri dari Keterangan
Granulosit Neutrofil Hidup sekitar 12 jam, dibentuk di dalam sumsum tulang
Eusinofil
Basofil
Agranulosit Limfosit Berumur 100 s/d 300 hari, dibentuk di dalam sumsum tulang
Monosit Bisa hidup beberapa minggu / bulan, dibentuk di sumsum tulang

c. Keping-Keping Darah Pembeku (trombosit)
• Fungsi : sebagai bagian sistem pertahanan, yaitu mengaktifkan mekanisme pembekuan
• Urutan pembekuan :
Trombosit rusak
tromboplastin / trombokinase merupakan activator protombin berubah menjadi enzim trombin bekerja sebagai enzim yang mengubah fibrinogen menjadi fibrin (berupa benang-benang)
*Jantung
• Terletak di rongga dada, di atas diafragma
• Jantung terbungkus oleh selaput jantung (pericardium) yang berlapis-lapis, diantaranya terdapat cairan perikardium
• Jantung terdiri dari 4 ruang, yakni 2 atrium dan 2 ventrikel
*Atrium
Menerima darah dari luar jantung, Sebagai pompa yang lemah, sehingga membantu aliran darah dari atrium ke ventrikel.
Atrium kanan
menerima dari seluruh tubuh, atrium kiri paru
Ventrikel
Dinding lebih tebal, berfungsi untuk memompa darah keluar jantung.
Ventrikel kanan
paru, ventrikel kiri seluruh tubuh
SIKLUS JANTUNG, terdiri dari :
1) Periode relaksasi (diastol) , yaitu jika serambi jantung menguncup dan bilik jantung mengembang
2) Periode kontraksi (sistol), yaitu jika otot bilik jantung menguncup dan darah di dalam bilik di pompa ke pembuluh nadi paru-paru ataupun ke aorta secara bersamaan.
PEREDARAN DARAH GANDA :
Manusia memiliki sistem peradaran darah ganda, terdiri dari :
1) Peredaran darah kecil
Peredadaran darah dari jantung menuju paru-paru melewati aorta pulmonalis dan kembali ke jantung melewati vena pulmonalis
1) Peredaran darah besar
Peredaran darah dari jantung ke seluruh tubuh dan akhirnya kembali ke jantung

Pembuluh Darah
Pembuluh nadi (arteri)
Membawa darah keluar dari jantung (ventrikel) dan mengedarkan keseluruh tubuh, dinding tebal, berdenyut kencang.
(1) Arteri sistemik
Membawa darah kaya O2 dari ventrikel kiri jantung ke seluruh bagian tubuh
Perjalanan darahnya : aorta – arteri – arteriola – kapiler
Kapiler = tempat teradinya pertukaran gas, air, dan garam mineral ataupun larutan bahan organik dalam sel tubuh
(2) Arteri paru-paru (arteri pulmonalis)
Membawa darah miskin o2 dari ventrikel kanan jantung ke paru-paru
Di dalam paru-paru, yaitu alveolus, darah melepas CO2 dan mengikat O2 lalu ke kapiler kemudian ke venula lalu ke vena pulmonalis dan ke jantung.
Pembuluh balik vena
Membawa darah kembali ke dalam jantung, dindingnya lebih tipis dan denyut lebih halus dibandingkan arteri, memiliki katup
(1) Vena sistemik
Membawa darah yang mengandung CO2 dari seluruh bagian tubuh ke atrium/ serambi kanan jantung. Terdiri v. Cava Superior (kepala leher) & v. Cava inferior (bagian bawah tubuh)
(2) Vena pulmonalis
Membawa darah yang mengandung O2 dari paru-paru ke serambi kiri jantung
Selain itu, ada juga pembuluh limfa (getah bening). Limfa adalah cairan yang mengenangi jaringan tubuh. Cairan ini berasal dari sel darah putih yang bergerak ke luar dari pembuluh darah. Limfa tidak kembali ke pembuluh darah lagi melainkan masuk ke sistem limfatik.
PERTUKARAN ZAT

B. Sistem Pertukaran Zat

Proses dimana organisme melakukan pertukaran gas dengan lingkungannya disebut respirasi. Respirasi termasuk pengambilan oksigen, pengangkutan dan pengiriman oksigen ke sel, dan pembuangan karbondioksida.

Pertukaran gas
Untuk menyelenggarakan respirasi, sel membutuhkan pasokan oksigen secara terus menerus dan alat pembuangan karbon dioksida.
CES (Cairan ekstra sel): gas yang masuk dan keluar sel harus melalui CES
Pada mikroorganisme akuatik, msl: Amuba, CES adalah air lingkungannya.
Melalui difusi sederhana: penggunaan oksigen oleh mitokondrion menyebabkan konsentrasi oksigen dalam sel rendah. Oksigen dari luar (air) yang konsentrasinya lebih tinggi berdifusi ke dalam sel.

Hewan akuatik
Terdapat 3 bagian penting pada sistem pertukaran gas pada hewan akuatik:
1. Suatu cairan beredar yang mengangkut gas. Cairan tetap bergerak dengan bantuan pompa berotot, yaitu jantung
2. Insang yang menukar gas antara cairan yang beredar (lingkungan interna) dan air (lingkungan eksterna)
3. Suatu mekanisme untuk menarik persediaan air yang mengandung oksigen dengan terus menerus di sekeliling insang.

Pertukaran gas antara sel-sel dan CES berlangsung secara difusi
Pada organism bersel 1 dan bbrp organisme multisel berukuran kecil, cukup dekat dengan lingkungannya, sehingga difusi saja dapat memnuhi kebutuhannya untuk pertukaran gas
Pada organism multisel yang berukuran lebih besar mempunyai adaptasi yang memungkinkan sel-sel yang terletak dibagian dalam dapat melangsungkan pertukaran gas dengan lingkungannya.

Ada 2 pendekatan :
Beberapa organism seperti tumbuhan dan serangga berbentuk sedemikian rupa, sehingga tidak ada sel yang berjauhan dari suatu system saluran berisi udara yang berhubungan dengan atmosfer
Banyak hewan, semua veterbrata misalnya, mempunyai organ khusus untuk pertukaran gas antara lingkungan dan sestem peredaran darah.
Organ ini mengambil O2 dan membersihkan CO2 dari darah
Darah selanjutnya, mengedarkan O2 keseluruh sel-sel dari badan dan membersihkan CO2 dari sel – sel tersebut
Mekanisme pernapasan pada manusia:
1. Efisien karena adanya diafragma.
2. Diafragma adalah sekat berotot berbentuk kubah, membagi rongga badan menjadi dua bagian: rongga perut (abdomen) dan rongga dada (toraks).
3. Permukaan sebelah dalam rongga dada dan permukaan luar paru-paru diselimuti membran tipis disebut pleura.
• Kontraksi diafragma membuat diafragma datar, mengakibatkan peningkatan volume rongga dada, merentangkan paru-paru dan udara mengalir kedalam. Bila diafragma kendur, kembali ke posisinya semula, paru-paru kembali ke ukuran semula, hawa didesak keluar.
1. Gerakan diafragma dalam pernapasan mengiringi gerakan tulang-tulang rusuk.
2. Gerakan tulang rusuk dikontrol oleh otot interkostal interna dan otot interkostal eksterna.
Kontrol pernapasan
• Laju terjadinya respirasi sel (dan karenanya oksigen digunakan) bervariasi dengan keadaan umum aktivitas badan. Bergerak badan dengan giat dapat meningkatkan kebutuhan oksigen untuk jaringan 20-25 kali. Kebutuhan oksigen yang meningkat dipenuhi dengan meningkatkan laju dan dalamnya pernapasan.
• Konsentrasi karbon dioksida memegang peranan tertentu dalam mengatur laju dan dalamnya pernapasan.
• Karbon dioksida mengatur pengaruh tersebut melalui pengaruhnya terhadap bagian otak yang disebut medula oblongata. Bila kandungan karbon dioksida dalam darah naik di atas batas normal, sel-sel medula oblongata yang sangat peka terhadap konsentrasi karbon dioksida menanggapi dengan banyaknya dan laju impuls syaraf yang mengontrol aksi otot interkosta dan diafragma. Terjadilah peningkatan pertukaran hawa dalam paru-paru yang mengembalikan konsentrasi karbon dioksida ke konsentrasi normal.
• Pertukaran hawa dalam paru-paru juga dikontrol secara lokal oleh dinding otot licin bronkiol yang peka terhadap konsentrasi karbondioksida. Konsentrasi karbon dioksida yang naik menyebabkan bronkiol membesar dan menyebabkan ketahanan tabung udara berkurang, sehingga pada waktu yang sama memungkinkan penambahan oksigen dan meningkatkan jumlah karbon dioksida yang dihembuskan.
• Laju dan dalamnya pernapasan pada limit tertentu juga di bawah kontrol kesadaran. Kita dapat menahan napas pada waktu terbatas. Jika kandungan karbon dioksida darah yang mencapai medula oblongata menjadi sangat tinggi, medula akan menolak kontrol kesadaran tersebut, disebut keadaan "titik cekik".

Polusi udara dan kesehatan
Permukaan alveolus menyediakan suatu antar permukaan yang luas dan baik antara lingkungan interna dan udara. Dalam 24 jam, kita bernapaskan kira-kira 15.000 liter udara.

Sejumlah unsur dalam udara terutama akibat aktivitas manusia dianggap sebagai kontaminan atau polutan udara. Sumber utama polusi udara sangat bervariasi dan dibagi menjadi 2 kategori:
Akibat aktivitas industri dan teknologi: kilang minyak dan pertambangan, listrik, kendaraan, dsb. Polutan yang dihasilkan:
1. Jelaga (dari bahan bakar yang tidak terbakar) dan abu industri lain
2. Sulfur dioksida (SO2) dari oksidasi bahan bakar yang mengandung senyawa belerang (arang, minyak)
3. Aneka ragam hidrokarbon (dari pembakaran bensin yang tidak sempurna): benzopiren, suatu karsinogen yang sangat berbahaya
4. Oksida dari nitrogen (Seperti NO2) dihasilkan oleh ikatan kimiawi O2 dan N2 (dalam silinder dari mesin pembakaran interna)
5. Karbon monoksida (CO) dari pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna.
6. Asap rokok. Asap rokok mengandung sejumlah hidrokarbon, termasuk benzopiren.

Varietas penyakit pada manusia lebih umum pada orang-orang yang telah terkena polusi udara pada kehidupan di kota atau terkena polusi asap rokok perorangan (atau teristimewa oleh kedua-duanya). Penyakit ini meliputi bronkitis kronis (dan kemungkinan akibatnya emfisema), asma, sedikit gangguan peredaran darah, dan kanker paru-paru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar